Loading...

Sekolah Malam di TKIT Ruhama: Saat Tenda Kecil Mengajarkan Hal-Hal Besar

26 November 2025 Kegiatan Admin SIT Ruhama
Sekolah Malam di TKIT Ruhama: Saat Tenda Kecil Mengajarkan Hal-Hal Besar

Di usia mereka yang masih sangat belia, malam sering kali identik dengan waktu pulang, berkumpul dengan keluarga, lalu tidur di rumah masing-masing. Tapi malam itu, di TKIT Ruhama Depok, suasananya berbeda.

Halaman sekolah berubah menjadi area perkemahan mini. Tenda-tenda kecil berdiri rapi, lampu-lampu temaram menerangi wajah-wajah ceria anak-anak yang siap mengikuti kegiatan “Sekolah Malam”. Bagi mereka, ini bukan sekadar bermain dan berkemah—ini adalah pengalaman berharga yang akan mereka kenang lama.

Sekolah malam menjadi momen ketika anak-anak belajar melakukan banyak hal “sendiri dulu, baru minta bantuan”.

Hal-hal sederhana seperti:

  • menata alas tidur,

  • menyimpan sandal dan tasnya di tempat yang benar,

  • memakai jaket ketika udara mulai dingin,

semuanya menjadi latihan kemandirian yang nyata.
Guru-guru tetap mendampingi, tapi dengan sengaja memberi ruang agar anak-anak mencoba:

“Coba dulu sendiri ya, kalau sulit baru bilang ke Ustadzah.”

Dari situ, muncul keberanian kecil: berani mencoba, berani belajar, dan pelan-pelan berani lepas dari ketergantungan penuh pada orang dewasa.

Di antara tenda dan cahaya lampu, terlihat banyak momen manis:

  • ada yang membantu temannya merapikan sleeping bag,

  • ada yang saling berbagi camilan,

  • ada yang memegang tangan teman yang takut gelap.

Di sinilah anak-anak belajar bahwa kebersamaan itu bukan hanya soal tertawa bersama, tapi juga saling menguatkan.
Dari tenda sederhana, mereka belajar menghargai teman, belajar menunggu giliran, dan belajar bahwa kebahagiaan terasa lebih lengkap saat dibagi bersama.

Sekolah malam membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar langsung dari alam.

Mereka diajak:

  • melihat langit malam dan bintang-bintang,

  • merasakan sejuknya angin malam,

  • mendengar suara serangga dan gemerisik pepohonan.

Hal-hal yang mungkin terasa biasa bagi orang dewasa, justru menjadi sumber kekaguman bagi anak-anak. Di momen seperti itu, guru bisa mengaitkan semua ke dalam rasa syukur:

“Lihat, betapa indah ciptaan Allah. Malam pun bisa jadi tempat belajar dan bersyukur.”

Dari pengalaman itu, anak-anak belajar bahwa kelas tidak selalu harus punya meja dan papan tulis—alam pun bisa menjadi ruang belajar yang penuh makna.

Kegiatan sekolah malam di TKIT Ruhama bukan sekadar agenda seru di kalender sekolah. Ia dirancang untuk menanamkan tiga hal penting sejak dini:

  1. Kemandirian – berani melakukan hal-hal kecil sendiri.

  2. Kebersamaan – belajar hidup dalam kelompok dan saling membantu.

  3. Pengalaman belajar di luar ruangan – mengenal alam sebagai salah satu “guru” terbaik.

Di balik tawa, permainan, dan cerita sebelum tidur, ada proses pendidikan yang halus namun kuat: belajar dengan hati.
Inilah yang ingin dirawat di TKIT Ruhama—bahwa setiap kegiatan, termasuk berkemah di malam hari, adalah bagian dari tarbiyah: membentuk karakter, bukan hanya mengisi waktu.

Saat anak-anak akhirnya terlelap di dalam tenda, mungkin mereka hanya merasa,
“Seru banget sekolah malam tadi!”

Namun bagi guru dan orang tua, mereka tahu:
malam itu telah mengajarkan banyak hal yang tidak selalu bisa dituangkan di dalam buku pelajaran.

Dari tenda-tenda kecil itu, tumbuh anak-anak yang:

  • lebih berani,

  • lebih mandiri,

  • lebih sayang pada teman,

  • dan lebih dekat dengan Sang Pencipta melalui rasa syukur atas ciptaan-Nya.

Itulah sekolah malam di TKIT Ruhama
bukan hanya tentang menginap di sekolah,
tetapi tentang menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, dan hati yang lembut melalui pengalaman belajar yang tak terlupakan.


Tag: Kurikulum
Bagikan: