Ada suasana berbeda di SDIT Ruhama hari itu. Di halaman sekolah, sebuah mobil biru berhenti dengan deretan rak buku di dalamnya. Itulah Perpustakaan Keliling Kota Depok yang datang sebagai tamu istimewa, membawa ratusan cerita, pengetahuan, dan petualangan baru untuk anak-anak.
Anak-anak menyambut dengan mata berbinar. Bagi mereka, mobil itu bukan sekadar kendaraan, tapi seperti “peti harta karun” penuh buku yang menunggu untuk ditemukan.
Kedatangan tim Perpustakaan Umum Kota Depok bukan hanya tentang meminjamkan buku, tapi juga tentang menghidupkan budaya membaca sejak dini. Petugas perpustakaan mengajak anak-anak:
-
Mengenal berbagai jenis buku,
-
Memilih bacaan sesuai minat,
-
dan Mendengarkan kisah-kisah inspiratif yang dibacakan dengan cara yang hangat dan menyenangkan.
Di sudut halaman, tampak beberapa siswa duduk melingkar, khusyuk mendengarkan cerita. Ada yang tersenyum, ada yang terheran-heran, ada juga yang langsung bertanya, “Boleh pinjam yang ini nggak, Bu?”
Momen sederhana itu sesungguhnya adalah langkah besar: anak-anak jatuh cinta pada buku.
Melalui kegiatan perpustakaan keliling ini, harapan sekolah dan orang tua sebenarnya sama:
“Semoga anak-anak kami terus tumbuh menjadi pembelajar yang cinta membaca dan cinta ilmu.”
Buku-buku yang mereka pegang hari ini mungkin akan menjadi pintu:
-
untuk mengenal dunia luar,
-
untuk memupuk rasa ingin tahu,
-
dan untuk membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.
Dari satu buku ke buku lainnya, anak-anak belajar bahwa ilmu bukan hanya ada di dalam kelas, tetapi juga di setiap halaman yang mereka baca.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa literasi adalah kerja bersama.
-
Sekolah menyediakan lingkungan yang kondusif dan mendorong program membaca.
-
Perpustakaan Kota Depok menghadirkan fasilitas dan koleksi buku yang beragam.
-
Orang tua mendukung dengan membiasakan anak membaca di rumah.
Bagi anak-anak SDIT Ruhama, hari kedatangan perpustakaan keliling ini mungkin akan dikenang sebagai:
-
hari ketika mereka menemukan buku favorit,
-
hari ketika mereka pertama kali menyadari bahwa membaca itu menyenangkan,
-
atau hari ketika mereka bermimpi suatu saat nanti menulis buku mereka sendiri.
Bagi sekolah, ini adalah penguatan bahwa program seperti ini sangat sejalan dengan visi pendidikan Islam terpadu: membangun generasi yang cinta ilmu, berakhlak baik, dan siap berkontribusi untuk masyarakat.
Melalui unggahan tentang perpustakaan keliling ini, SDIT Ruhama sekaligus menunjukkan kepada calon orang tua murid bahwa: di sini, anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tapi juga diajak mencintai ilmu lewat pengalaman nyata.
Dengan PPDB 2026 yang sudah mulai disosialisasikan, kegiatan literasi seperti ini menjadi salah satu bukti bahwa sekolah serius membangun budaya membaca sejak dini—bukan sekadar teori di atas brosur, tapi benar-benar hadir dalam keseharian siswa.
Pada akhirnya, perpustakaan keliling mungkin hanya singgah beberapa jam.
Namun dampaknya bisa jauh lebih lama:
di setiap anak yang tersenyum sambil memeluk buku, di setiap rasa penasaran yang tumbuh, dan di setiap doa orang tua yang berharap,
“Semoga anak kami menjadi generasi yang cinta membaca, cinta ilmu, dan dicintai Allah karena ilmunya.”